Minat generasi milenial muda dan Gen Z terhadap mobil listrik mulai menguat, meski mobil konvensional masih mendominasi pilihan konsumen. Temuan Populix menunjukkan satu dari lima responden tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, terutama kelompok usia 25-35 tahun.
Populix mendapatkan temuan itu melalui studi terhadap 800 konsumen mobil kelas menengah atas yang memiliki mobil pribadi serta melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir. Laporan bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market turut memetakan preferensi konsumen terhadap kendaraan penumpang.
“Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun,” ujar Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix.

BYD Atto 1
Preferensi konsumen terhadap mobil penumpang masih kuat pada segmen MPV serta SUV. Kendaraan pribadi umumnya digunakan untuk bekerja selama enam hari dalam sepekan, sementara rata-rata jarak tempuh mencapai 17,6 kilometer per hari.
Rencana pembelian mobil dalam 12 bulan mendatang turut memperlihatkan pola kepemilikan yang berubah. Enam dari sepuluh calon pembeli berencana menjadikan mobil baru sebagai kendaraan tambahan, bukan menggantikan unit yang sudah dimiliki.
Anggaran pembelian berikutnya rata-rata mencapai Rp493 juta. Nilai itu berada di bagian atas segmen mobil menengah Rp200 juta-Rp500 juta, sekaligus mendekati kelas menengah atas Rp500 juta-Rp1 miliar.
Teknologi, inovasi, performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi global menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian. Ketertarikan terhadap mobil listrik pun semakin kuat, terutama pada merek BYD, Hyundai, dan Wuling.
“Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya,” ungkap Susan.
Perubahan preferensi turut terlihat pada penilaian terhadap merek otomotif. Dari delapan merek mobil penumpang dengan pembelian terbanyak dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, serta Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam kepuasan pelanggan.

Wuling Aira Toy Story
Faktor pembentuk kepuasan berbeda pada tiap merek, mulai dari performa mesin, kenyamanan berkendara, desain, efisiensi energi hingga layanan purna jual. Konsumen pun menaruh perhatian besar pada kualitas pengerjaan, ketersediaan suku cadang, serta kemampuan staf servis menjelaskan masalah kendaraan.
Populix turut menemukan asosiasi kuat pada masing-masing merek berdasarkan persepsi konsumen. BYD dikaitkan dengan inovasi teknologi, Daihatsu dengan layanan purna jual, Honda serta Toyota dengan nilai jual kembali, Hyundai sebagai paket lengkap, Mitsubishi dengan kualitas dan kenyamanan, Suzuki dengan layanan purna jual, sementara Wuling dipandang sebagai pionir mobil listrik.
Temuan tersebut menunjukkan persaingan merek tidak lagi hanya bertumpu pada produk. Persepsi konsumen terhadap teknologi, layanan, nilai kepemilikan, serta reputasi ikut menentukan posisi merek ketika konsumen mempertimbangkan pembelian mobil berikutnya.
Merek Mobil Listrik dan Persepsi Masyarakat
| Merek |
Persepsi Konsumen |
| BYD |
Inovatif, teknologi mutakhir, desain premium |
| Daihatsu |
Layanan purna jual, jaringan dealer luas, garansi mesin dan perawatan |
| Honda |
Nilai jual kembali tinggi, performa mesin kuat |
| Hyundai |
Paket komplit dari sisi keamanan, kenyamanan, fitur, penggunaan, desain premium, inovasi teknologi dan konektivitas |
| Mitsubishi |
Kualitas mobil kuat dan solid, nyaman dikendarai |
| Suzuki |
Layanan purna jual, jaringan dealer luas, harga sesuai kualitas |
| Toyota |
Nilai jual kembali tinggi, performa mesin kuat |
| Wuling |
Pionir segmen mobil listrik |
You must be logged in to post a comment Login