Merek kendaraan niaga listrik asal China, Forland, resmi memasuki pasar Indonesia melalui PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), bagian dari MAS Group. Kehadirannya ditandai peluncuran sejumlah model kendaraan komersial berbasis baterai untuk menyasar kebutuhan logistik, distribusi barang, hingga sektor konstruksi.
Forland membawa tiga lini produk utama, yakni ET5, EL5e, serta Blind Van U7 dan U9. Seluruh model mengandalkan tenaga listrik dengan konfigurasi kendaraan berbeda sesuai kebutuhan operasional pelaku usaha.
Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera, menilai pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Penetrasinya bahkan belum mencapai 1 persen, jauh tertinggal dibandingkan mobil listrik penumpang yang sudah menembus 20 persen.
“Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal. FORLAND hadir mengusung semangat ‘The Unseen Giant’ — menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia,” ujar Darwin.
Dari sisi produk, Forland ET5 menjadi salah satu model utama yang ditawarkan dalam beberapa konfigurasi. Pilihannya mencakup pikap, box, box aluminium, kendaraan berpendingin atau cold chain, hingga angkutan kota.
Sementara itu, Forland EL5e menyasar kebutuhan operasional kelas menengah, terutama sektor konstruksi dan pengelolaan limbah. Model ini tersedia dalam konfigurasi electric dump truck dan arm roll truck untuk mendukung pekerjaan pengangkutan material maupun kontainer.
Untuk kebutuhan distribusi perkotaan, Forland turut membawa Blind Van U7 dan U9. Kedua model tersebut diarahkan untuk mendukung pengiriman barang harian dan operasional logistik jarak dekat.
Dong YongSheng, CEO Forland International, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi ekspansi kendaraan niaga listrik perusahaan. Pengalaman manufaktur global menjadi modal untuk mengembangkan bisnis bersama TUS di Tanah Air.

Forland
Forland berdiri sejak 1999 dan berkantor pusat di China. Merek tersebut berada dalam ekosistem BAIC Group, memiliki jaringan distribusi di lebih dari 50 negara, serta mencatatkan produksi kumulatif mencapai 7 juta unit.
Selain memasarkan kendaraan, TUS menyiapkan dukungan purnajual melalui jaringan MAS Group yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri otomotif. Perusahaan turut menggandeng StarCharge untuk infrastruktur pengisian daya, CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS), serta solusi energi surya.
Meta description: Forland resmi masuk Indonesia melalui PT Tangguh Utama Sejahtera. Bawa ET5, EL5e, Blind Van U7 dan U9 untuk pasar kendaraan niaga listrik.
You must be logged in to post a comment Login