Alex Marquez heran melihat Ducati kehilangan daya saing di MotoGP Austria 2026. Red Bull Ring selama ini menjadi salah satu sirkuit terkuat Ducati, tetapi tahun ini tak satu pun pembalapnya mampu naik podium.
Ducati sebelumnya hanya dua kali gagal menang di Red Bull Ring sejak sirkuit itu masuk kalender MotoGP pada 2016. Namun, pada 2026 mereka kalah dari tiga Aprilia milik Jorge Martin, Marco Bezzecchi serta Ai Ogura, lalu KTM Pedro Acosta yang merebut kemenangan perdana.
“Saya cukup terkejut kami bisa kesulitan separah ini di sini. Namun sejak FP1, kami sudah melihat apa yang terjadi, sesuatu yang benar-benar aneh,” ujar Alex Marquez.

Alex Marquez
Pembalap Gresini Racing itu menilai karakter Ducati berubah drastis akibat konstruksi ban belakang. Masalah utama muncul pada grip ban sehingga motor kehilangan banyak traksi, terutama saat keluar tikungan untuk mendapatkan akselerasi.
“Motornya tidak seperti yang kami kenal. Karakternya banyak berubah karena konstruksi ban, hal serupa juga terjadi kepada kami di Thailand. Kami tidak bisa memanfaatkan grip dari ban belakang ini dan kehilangan banyak hal, terutama pada bagian traksi,” ungkapnya.
Kondisi itu menjadi perhatian Ducati karena konstruksi ban belakang serupa bakal dipakai pada MotoGP Indonesia di Oktober. Marquez memperkirakan tantangan bisa kembali muncul, meski karakter sirkuit Mandalika memiliki tingkat grip lebih tinggi dibandingkan Red Bull Ring.
“Konstruksinya mirip, lalu tingkat grip dari layout di sana juga lebih tinggi dibandingkan di sini. Jadi mungkin akan seperti ini. Tahun lalu Fermin menang, saya finis di podium, jadi mudah-mudahan kami bisa tampil bagus di sana dan tidak terlalu kesulitan,” kata Marquez.
Kegagalan Ducati di Austria semakin lengkap setelah Marquez mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh di Tikungan 2a ketika bertarung melawan Raul Fernandez. Ia mengakui kesalahan sendiri setelah kehilangan banyak posisi sejak lap pertama.
Marquez mengaku sempat mendapat peringatan suhu rem serta mesin sebelum insiden terjadi. Kondisi itu membuat pengereman semakin sulit hingga dirinya harus memberi tekanan lebih besar pada rem.

Alex Marquez
“Saya kehilangan banyak posisi pada lap pertama. Start sebenarnya tidak buruk, tetapi setelah itu saya kurang menyerang di tikungan pertama. Saya kemudian berada di tengah persaingan dan kehilangan banyak posisi,” tutur Marquez.
“Saya mendapat alarm rem panas, mesin panas, semuanya. Namun saya berpikir, ‘Saya berada di posisi ke-14 atau ke-13, jadi saya tidak akan kehilangan banyak kalau terjatuh’. Saat bertarung dengan Raul, kami berjalan berdampingan, saya sedikit berada di bagian lintasan kotor, lalu kehilangan bagian depan,” lanjutnya.
Marquez meminta maaf kepada tim Gresini karena melakukan sejumlah kesalahan sepanjang akhir pekan Austria. Ia mengakui belum mampu mengatasi persoalan Ducati, sementara pabrikan asal Bologna itu harus bekerja keras menghadapi tantangan serupa pada seri berikutnya.
You must be logged in to post a comment Login