Pemerintah membuka peluang mengaitkan insentif kendaraan listrik dengan pengembangan industri otomotif nasional. Skema itu tengah dikaji sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendorong lahirnya produk berdaya saing tinggi dari dalam negeri.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, mengatakan insentif kendaraan listrik berpotensi diarahkan untuk mendukung program mobil maupun motor nasional.
Menurut dia, pemerintah masih menyusun formulasi terbaik sebelum kebijakan diumumkan secara resmi. Pembahasan mencakup bentuk insentif, sasaran penerima, hingga dampaknya terhadap pengembangan industri otomotif nasional.
Wacana pemberian insentif muncul di tengah pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai mencapai 33.150 unit sepanjang kuartal pertama 2026. Angka itu melonjak 95,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Di segmen roda dua, populasi sepeda motor listrik hingga Februari 2026 mencapai 236.451 unit. Jumlah itu menyumbang sekitar 65 persen dari total kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan stimulus untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Program itu ditujukan bagi 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik sepanjang 2026.
Khusus motor listrik, nilai bantuan diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit. Sementara besaran insentif bagi mobil listrik masih dalam tahap perhitungan.
Sayangnya, sampai berita ini dibuat belum ada informasi secara detail kapan program tersebut akan dilangsungkan.
Penjualan Kendaraan Semester I 2026 Tumbuh

Subsidi Kendaraan Listrik Masih Temu Tantangan
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan di Indonesia pada semester I 2026 mengalami pertumbuhan dibanding periode serupa tahun lalu. Hal ini terlihat pada laporan yang disampaikan Gaikindo beberapa waktu lalu.
Distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer (wholesales) sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Realisasi itu meningkat 15,9 persen dibanding semester I 2025 yang tercatat 376.707 unit. Secara volume, kenaikan mencapai 59.857 unit.
Pertumbuhan turut terjadi pada penjualan retail atau pengiriman kendaraan dari dealer ke konsumen. Selama enam bulan pertama 2026, penjualan mencapai 433.848 unit, naik 10,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 392.778 unit. Dari sisi volume, penjualan retail bertambah 41.070 unit.
You must be logged in to post a comment Login