Kendaraan elektrifikasi kini hadir dalam beragam pilihan teknologi, mulai dari EV hingga REEV. Meski sama-sama menawarkan penggerak listrik, keempatnya memiliki cara kerja berbeda.
Perbedaan itu terlihat dari sumber tenaga, cara pengisian baterai, hingga peran mesin bensin. Memahami karakter masing-masing teknologi membantu calon pengguna menentukan pilihan sesuai kebutuhan mobilitas.
Lantas, bagaimana cara kerja EV, HEV, PHEV, dan REEV? Berikut bedah singkat empat teknologi kendaraan elektrifikasi yang dilansir dari situs resmi Chery.
EV: Listrik Murni Tanpa Mesin Bensin

Changan Nevo Q05
EV (Electric Vehicle) sepenuhnya mengandalkan motor listrik sebagai penggerak roda. Energi tersimpan dalam baterai, lalu diisi ulang melalui charger eksternal di rumah maupun stasiun pengisian daya.
Teknologi ini tidak membutuhkan bensin selama berkendara. EV cocok bagi pengguna yang memiliki akses charging, terutama untuk mobilitas perkotaan.
HEV: Hybrid Tanpa Perlu Charging Eksternal

Mitsubishi Xforce HEV
HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin bensin serta motor listrik. Keduanya dapat bekerja bergantian maupun bersamaan sesuai kebutuhan tenaga.
Baterai HEV terisi otomatis melalui regenerative braking serta mekanisme mesin. Pengguna tidak perlu mengisi daya dari sumber listrik eksternal, sehingga teknologi ini menawarkan perpindahan lebih praktis dari mobil konvensional.
PHEV: Bisa Listrik Murni, Tetap Fleksibel

Wuling Eksion
PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) membawa baterai berkapasitas lebih besar dibandingkan HEV. Pengisian daya dapat dilakukan melalui charger eksternal, lalu kendaraan mampu melaju memakai tenaga listrik murni untuk jarak tertentu.
Saat daya baterai berkurang, mesin bensin mengambil peran untuk melanjutkan perjalanan. Pilihan ini cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman berkendara listrik sekaligus fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
REEV: Motor Listrik Tetap Jadi Penggerak

Chery J6 REEV
REEV (Range-Extended Electric Vehicle) menempatkan motor listrik sebagai satu-satunya penggerak roda. Mesin bensin tidak menggerakkan roda secara mekanis, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan tambahan energi listrik.
Konsep REEV memberikan sensasi berkendara elektrik, sementara generator membantu memperpanjang jarak perjalanan. Teknologi ini menarik bagi pengguna yang mengutamakan penggerak listrik tanpa terlalu khawatir kehabisan daya di perjalanan.
Beda Fungsi, Beda Kebutuhan
EV mengandalkan listrik sepenuhnya, HEV memadukan bensin serta listrik tanpa charging eksternal, PHEV menawarkan kemampuan listrik murni sekaligus dukungan mesin bensin. REEV memiliki pendekatan berbeda karena motor listrik tetap menggerakkan roda, sedangkan mesin bensin bertugas menghasilkan listrik.
Pilihan teknologi akhirnya bergantung pada pola penggunaan kendaraan. Akses charging, kebutuhan perjalanan jauh, serta keinginan mengurangi penggunaan bensin menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan jenis kendaraan elektrifikasi.
You must be logged in to post a comment Login