Dieng Culture Festival (DCF) XV 2026 mengganti pertunjukan Jazz Atas Awan menjadi Orchestra Symphony Dieng. Pergelaran budaya di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, itu dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.
Pergantian konsep musik menjadi salah satu perubahan utama DCF tahun ini. Festival mengusung tema “Back To The Culture”, sementara ritual cukur rambut anak gimbal tetap menjadi agenda utama.
“Dieng Culture Festival akan diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 28–30 Agustus 2026. Agenda utama festival adalah kirab budaya dan ritual cukur rambut anak gimbal,” ujar Alif Faozi, Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa.

Dieng Culture Festival
Orchestra Symphony Dieng nantinya menjadi suguhan musik utama menggantikan Jazz Atas Awan. Panitia tetap mempertahankan penerbangan ribuan lampion sebagai salah satu atraksi populer dalam rangkaian festival.
DCF XV turut menghadirkan sejumlah agenda budaya serta hiburan lain. Masyarakat bisa mengakses panggung Sembadra maupun Gatotkaca secara leluasa selama festival berlangsung.
Akses penonton dibatasi hanya pada dua agenda utama, yakni ritual cukur rambut gimbal di Candi Arjuna serta Orchestra Symphony Dieng di panggung Pandawa. Pembatasan dilakukan untuk mengatur kapasitas pengunjung pada dua lokasi utama acara.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan DCF XV. Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menilai festival dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Dieng sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“DCF tahun 2026 merupakan momentum untuk mengangkat nilai-nilai kebudayaan di wilayah dataran tinggi Dieng. Kegiatan ini menjadi sarana promosi pariwisata Banjarnegara secara lebih luas,” kata Amalia.
Amalia turut mengapresiasi konsep baru pada penyelenggaraan tahun ini. Ia bahkan mengajak masyarakat datang langsung menikmati rangkaian festival di kawasan Dieng.
“Saya sangat mengapresiasi ide-ide kreatif dalam DCF kali ini. Tunggu tanggal mainnya, kalau tidak datang ke DCF kali ini, saya jamin menyesal,” ujarnya.

Dieng Culture Festival
Rangkaian DCF XV sebelumnya diperkenalkan melalui peluncuran pada 26–27 Juli 2026. Agenda pendukung mencakup Geothermal Festival serta Dieng Fun Walk kategori 5 kilometer dan 10 kilometer.
Pelaksanaan DCF melibatkan Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa Desa Dieng Kulon, Universitas Gadjah Mada melalui program Kuliah Kerja Nyata serta Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Festival terbuka bagi masyarakat umum, kecuali dua agenda utama yang menerapkan pembatasan kapasitas.
Pergantian Jazz Atas Awan menjadi Orchestra Symphony Dieng memberi warna baru pada DCF XV. Festival tetap mempertahankan ritual budaya sebagai identitas utama sekaligus memperluas pilihan hiburan bagi wisatawan yang datang ke Dieng.
You must be logged in to post a comment Login