Arus kendaraan menuju kawasan Puncak, Bogor, kembali direkayasa pada Sabtu (29/8) untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akhir pekan. Polisi menerapkan sistem one way secara situasional, sehingga jadwal maupun arah lalu lintas dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan.
Pada pagi hingga siang hari, kendaraan dari Jakarta menuju Puncak mendapat prioritas melalui skema satu arah mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Setelah itu, arus kendaraan diarahkan dari Puncak menuju Jakarta mulai pukul 12.30 hingga 18.00 WIB.
Penerapan one way tidak bersifat tetap karena polisi dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan berdasarkan volume kendaraan. Perubahan bisa dilakukan lebih cepat, diperpanjang atau arah arus dibalik saat kepadatan meningkat.

One Way Puncak
Pengendara yang hendak melintasi jalur Puncak perlu memantau informasi lalu lintas sebelum berangkat. Kepadatan kendaraan dapat membuat waktu perjalanan berubah, terutama saat arus menuju kawasan wisata mulai meningkat.
Jalur Alternatif Selain Puncak
Kemacetan di jalur utama membuat pengendara perlu menyiapkan rute alternatif menuju Cianjur maupun kawasan sekitarnya. Dua pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah jalur Jonggol–Cianjur serta rute Sukabumi–Cianjur.
Jalur Jonggol–Cianjur dapat ditempuh dari Jakarta atau Cibubur menuju Cileungsi, Jonggol, Cariu, Cikalongkulon lalu Cianjur. Waktu perjalanan sekitar 3,5 jam saat lalu lintas lancar, tetapi bisa lebih lama ketika hujan atau banyak truk melintas.
Karakter jalan didominasi kawasan perbukitan serta memiliki sejumlah ruas sempit. Rute tersebut lebih cocok bagi kendaraan pribadi berukuran kecil, sementara pengendara perlu ekstra waspada saat cuaca buruk.
Pilihan lain ialah rute Sukabumi–Cianjur melalui Tol Jagorawi, Tol Bocimi, Cicurug, Cibadak, Sukabumi kemudian Cianjur. Perjalanan dapat ditempuh sekitar empat jam dalam kondisi lancar.
Rute tersebut relatif cocok bagi berbagai jenis kendaraan, tetapi kepadatan masih berpotensi muncul setelah keluar tol. Pasar Cicurug maupun Cibadak menjadi titik yang perlu diantisipasi karena aktivitas kendaraan serta kondisi jalan yang lebih sempit.
Pengendara dari luar Jakarta dapat memanfaatkan Google Maps atau Waze untuk mencari rute berdasarkan kondisi lalu lintas terkini. Namun, pilihan rute tetap perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, cuaca serta kebijakan rekayasa lalu lintas yang berlaku saat perjalanan.
You must be logged in to post a comment Login