Connect with us

News

Kemenhub Petakan Jalur Rawan Banjir dan Longsor Jelang Nataru 2026/2027

Published

on

Jalan Batutulis Bogor
Jalur rawan banjir

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pemetaan wilayah rawan banjir dan longsor hingga antisipasi gelombang tinggi menjadi perhatian dalam persiapan angkutan akhir tahun.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan operator dalam mengambil keputusan operasional. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi risiko keselamatan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk.

“Selanjutnya, memastikan informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional, terutama untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Jakarta, Senin (2/11).

Posko Kemenhub

Posko Kemenhub

Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Kemenhub memperkuat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta pengelola prasarana. Kerja sama lintas instansi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai risiko selama masa angkutan Nataru.

Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari pemetaan titik rawan banjir dan longsor hingga antisipasi gelombang tinggi serta angin kencang. Kemenhub juga menyiapkan jalur alternatif serta sarana dan petugas di lokasi yang berpotensi terdampak.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90

Baca Juga: Kemenhub Buat Tim Khusus untuk Periksa Green SM

Dudy menegaskan, kesiapan menghadapi kondisi tidak menentu harus menjadi bagian dari perencanaan setiap operator transportasi. Selain memastikan armada dan prasarana laik operasi, operator perlu menyiapkan prosedur penanganan keadaan darurat.

“Kita membutuhkan keselamatan dan keamanan, sinergi dan kolaborasi, perhatian terhadap detail, serta kesiapan menghadapi ketidakpastian. Rutinitas tahunan tidak boleh membuat kita lengah. Rambu yang tertutup, alat keselamatan yang tidak berfungsi, atau informasi yang terlambat harus segera diperbaiki,” ungkap Dudy.

Ganjil Genap Mudik

Kemenhub meminta setiap operator memasukkan pengendalian risiko dan rencana kedaruratan dalam dokumen operasi Nataru. Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten, termasuk evaluasi harian untuk menyesuaikan langkah operasional ketika kondisi di lapangan berubah.

Melalui koordinasi lintas instansi dan kesiapan operator, Kemenhub berupaya menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Read