Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 selama 20 hari. Posko dijadwalkan beroperasi mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 untuk memantau kondisi transportasi sekaligus mengantisipasi gangguan perjalanan selama libur akhir tahun.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan pemantauan bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi. Keberadaannya diharapkan mempercepat penanganan berbagai persoalan operasional, mulai dari kepadatan penumpang hingga gangguan layanan transportasi.
“Keberhasilan Nataru, kita ukur dari keselamatan masyarakat dan mutu pelayanan yang masyarakat rasakan sejak berangkat hingga kembali ke rumah. Di balik setiap tiket terdapat seseorang yang ditunggu keluarganya. Itulah tanggung jawab yang kita emban bersama,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Jakarta, Senin (2/11).
Persiapan posko menjadi bagian dari upaya Kemenhub meningkatkan pengawasan terhadap seluruh moda transportasi selama periode Nataru. Pemerintah juga meminta operator memastikan kesiapan armada, awak, prasarana, serta fasilitas pendukung sebelum masa angkutan dimulai.
Baca Juga:
Dudy menegaskan, keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan armada transportasi. Kelaikan kendaraan dan prasarana, kondisi kesehatan awak, kompetensi petugas, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat harus dipastikan sebelum operasional berlangsung.
“Kita membutuhkan keselamatan dan keamanan, sinergi dan kolaborasi, perhatian terhadap detail, serta kesiapan menghadapi ketidakpastian. Rutinitas tahunan tidak boleh membuat kita lengah. Rambu yang tertutup, alat keselamatan yang tidak berfungsi, atau informasi yang terlambat harus segera diperbaiki,” ungkap Dudy.

Fasilitas Posko Siaga Honda
Kemenhub turut mengevaluasi penyelenggaraan Nataru sebelumnya sebagai dasar perbaikan layanan tahun ini. Beberapa hal menjadi perhatian, termasuk peningkatan program mudik gratis, penambahan sarana transportasi pada lintasan penyeberangan padat seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, serta pengaturan lalu lintas dan penyeberangan.
Peningkatan fasilitas umum di simpul transportasi ramai juga masuk dalam agenda perbaikan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa selama periode perjalanan Natal dan Tahun Baru.
You must be logged in to post a comment Login