Connect with us

Otomotif

Bagnaia Akui Pembalap Salah Pilih Ban di MotoGP Jepang 2026

Published

on

Francesco Bagnaia
Bagnaia

Pecco Bagnaia mengakui pembalap MotoGP keliru mengabaikan hard rear tyre sebelum balapan di Mobility Resort Motegi, Jepang, Minggu (4/10). Ban belakang berkonstruksi khusus itu justru menjadi pilihan terbaik setelah sebelumnya dianggap sekadar ban cadangan.

Michelin membawa tiga opsi rear tyre ke Motegi karena belum memiliki data penggunaan ban pada permukaan aspal baru sirkuit tersebut. Namun, mayoritas pembalap tidak mencoba hard tyre pada Jumat maupun Sabtu sebelum masalah blistering pada soft dan medium tyre saat Sprint mengubah strategi pemilihan ban.

Pecco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo Team, menilai keputusan melewatkan pengujian tersebut menjadi kesalahan para pembalap.

“Itu kesalahan kami karena tidak mencobanya lebih awal, tetapi Michelin menyebutnya sebagai ban cadangan sehingga kami berusaha tidak menggunakannya,” ujar Bagnaia.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia

Michelin akhirnya menarik soft rear tyre dari pilihan balapan serta merekomendasikan hard rear tyre untuk Minggu. Setelah mencobanya saat warm-up, para pembalap mendapati grip dan stabilitas ban tersebut lebih baik sehingga seluruh peserta memilih kombinasi medium front tyre dan hard rear tyre untuk race.

Piero Taramasso dari Michelin mengatakan hard tyre memberikan grip kuat, stabilitas progresif, serta feeling positif bagi pembalap. Keputusan memakai ban tersebut terbukti efektif, bahkan waktu kemenangan Marc Marquez tercatat sekitar 37 detik lebih cepat dibandingkan kemenangan Bagnaia pada MotoGP Jepang 2025.

Baca Juga: Michelin Tarik Ban Soft di MotoGP Jepang 2026, Ini Rekomendasinya

Salah satu faktor salah perkiraan ialah kombinasi konstruksi dan compound ban. Michelin memasangkan reinforced casing pada hard tyre bersama soft compound, berbeda dari kombinasi compound lebih keras yang biasanya digunakan pada konstruksi serupa.

Meski pemilihan ban berjalan baik, Bagnaia masih kesulitan mengendalikan Desmosedici GP26. Ia finis kedelapan, tertinggal 20,3 detik dari Marquez, sekaligus menjadi pembalap Ducati berikutnya setelah sang pemenang.

Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia

Bagnaia mengaku sudah berusaha maksimal bersama tim, termasuk melalui penyesuaian elektronik serta setup motor. Namun, ia belum mampu menyamai kecepatan pembalap tercepat meski sebelumnya tampil kuat di Motegi.

Sementara rekan satu timnya, Marc Marquez berhasil memenangkan balapan. Pencapaian itu memperkecil jaraknya dengan pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin menjadi hanya 2 poin.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Read