Alex Marquez gagal finis pada MotoGP Jepang 2026 setelah mengalami crash saat balapan memasuki fase akhir di Mobility Resort Motegi, Minggu. Pembalap Gresini Ducati itu terjatuh ketika berada di posisi kedelapan sehingga harus mengakhiri akhir pekannya tanpa tambahan poin.
Marquez sebenarnya mengawali race cukup menjanjikan setelah sempat berada di posisi keempat pada lap-lap awal. Namun, ia harus menjalani double long-lap penalty akibat insiden lap pertama pada Sprint yang membuat beberapa pembalap ikut terjatuh.
Alex Marquez mengakui kesalahan teknis menjadi penyebab dua crash sepanjang Minggu di Motegi.

Alex Marquez
“Saya melakukan kesalahan saat warm-up dan race, saya tidak menempatkan kaki di posisi yang seharusnya saat motor dalam lean angle, lalu bukannya shifting down, saya malah shifting up,” ujar Marquez.
Kesalahan serupa lebih dulu terjadi ketika warm-up, saat pembalap MotoGP mendapat kesempatan pertama mencoba Michelin hard rear tyre. Marquez kehilangan kendali akibat kesalahan foot movement serta downshift, lalu kembali melakukan kesalahan sama ketika race.
Marquez menyebut kegagalan finis terasa mengecewakan, terlepas dari posisi saat insiden terjadi. Ia masih melihat sisi positif dari kecepatannya sepanjang akhir pekan, tetapi menilai kesalahan seperti itu tidak boleh terulang.
“Setiap melakukan kesalahan, tidak peduli posisinya, tentu mengecewakan. Setidaknya kami punya sisi positif karena speed ada, tetapi kesalahan seperti ini tidak boleh saya lakukan, apalagi sampai dua kali dalam satu hari,” kata Marquez.
Selain crash, perhatian Marquez tertuju pada performa Michelin hard rear tyre di Motegi. Ban tersebut semula tidak banyak dipilih pembalap sebelum akhirnya menjadi opsi utama setelah Michelin merekomendasikannya menyusul masalah blistering pada soft rear dan medium rear tyre saat Sprint.

Alex Marquez
Konstruksi hard tyre yang lebih kaku sebelumnya sempat menimbulkan masalah bagi Ducati di Austria. Namun, karakter aspal baru Motegi membuat ban itu justru tampil kompetitif hingga seluruh pembalap memilihnya untuk race.
Marquez mengaku hasil tersebut mengejutkan paddock karena hard casing biasanya dipasangkan Michelin dengan compound paling keras pada akhir pekan balap. Di Motegi, Michelin memakai konstruksi lebih kaku bersama soft compound sehingga kombinasi itu berpotensi menjadi pertimbangan pada seri berikutnya.
Crash membuat Marquez menjalani akhir pekan tanpa poin di Jepang. Hasil itu sekaligus membuatnya kehilangan posisi kedelapan klasemen MotoGP kepada Pecco Bagnaia menjelang Grand Prix Indonesia pekan depan.
You must be logged in to post a comment Login