Salah satu ikon kuliner lawas Jakarta, Es Krim Baltic, resmi menghentikan operasionalnya setelah puluhan tahun melayani pelanggan di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Gerai yang berdiri sejak 1939 itu kini telah tutup permanen dan tidak lagi menerima pengunjung.
Penutupan Baltic mengakhiri perjalanan panjang sebuah usaha keluarga yang dikenal luas berkat es krim dengan resep turun-temurun dan cita rasa yang bertahan lintas generasi. Bagi banyak warga Jakarta, Baltic bukan sekadar tempat menikmati es krim, tetapi juga menyimpan kenangan masa kecil dan momen bersama keluarga.
Jumiati, mantan karyawan Baltic, mengatakan gerai tersebut berhenti beroperasi sejak Januari 2026. Keputusan menutup usaha diambil setelah pemilik Baltic meninggal dunia pada akhir tahun lalu.

Es Krim Baltic
Menurutnya, tidak ada anggota keluarga yang melanjutkan pengelolaan usaha sehingga operasional toko tidak dapat diteruskan. Saat ini, aset dan properti yang berkaitan dengan usaha tersebut tengah dipersiapkan untuk dijual.
Selama beroperasi, Baltic dikenal mempertahankan karakter produknya di tengah perubahan tren kuliner. Sejumlah rasa klasik seperti cokelat, vanila, stroberi, alpukat, kopyor, mangga, dan mocca menjadi menu yang paling banyak dicari pelanggan.
Meski sempat melakukan berbagai pembaruan, mulai dari logo hingga penataan interior, identitas utama Baltic sebagai toko es krim legendaris tetap dipertahankan. Tagline “Es Krim Sejak 1939” pun menjadi pengingat panjangnya sejarah usaha tersebut di Jakarta.
Lokasinya yang berada di sudut jalan kawasan Senen membuat Baltic mudah dikenali. Bangunannya yang khas menjadi salah satu penanda yang melekat di ingatan pelanggan setia maupun masyarakat yang sering melintas di kawasan tersebut.

Es Krim Baltic
Kabar penutupan Baltic belakangan ramai beredar di media sosial. Sejumlah warganet membagikan foto kondisi gerai yang sudah tidak beroperasi dan menyampaikan kesedihan atas hilangnya salah satu destinasi kuliner bersejarah di ibu kota.
Dengan berakhirnya operasional Baltic, Jakarta kembali kehilangan salah satu usaha kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota selama hampir sembilan dekade.
You must be logged in to post a comment Login