SIAL Interfood kembali digelar di Indonesia. Pameran B2B di bidang kuliner ini akan berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 4–6 November 2026 dan ditargetkan menarik sedikitnya 20.000 pelaku bisnis.
Target tersebut dinilai realistis mengingat Indonesia menjadi salah satu pasar makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.
“Kami optimistis bisa menarik sedikitnya 20.000 pengunjung selama pameran berlangsung,” ujar Andy Wismarsyah, Presiden Direktur Seven Event siang hari tadi (13/05).

SIAL Interfood 2026
Andy menjelaskan bahwa SIAL Interfood di Indonesia akan berfokus pada standar bisnis internasional dengan mempertemukan peserta pameran dan pelaku industri dalam negeri.
“Kami berkomitmen menghadirkan atmosfer bisnis yang produktif dan profesional. Harapan kami, setiap interaksi di JIExpo Kemayoran dapat menghasilkan kolaborasi nyata yang mendorong kemajuan berkelanjutan bagi industri makanan dan minuman Indonesia,” tambahnya.
Pernyataan serupa disampaikan Rodolphe Lameyse, CEO Food and Beverage Division Comexposium. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi SIAL di pasar global.
“Jaringan SIAL kini memasuki fase baru yang sangat penting. Dengan memperkuat posisi acara sebagai tempat pertemuan bisnis B2B dan menarik lebih banyak pengunjung profesional, kami semakin menegaskan peran sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan,” katanya.
Sebagai informasi, SIAL Interfood merupakan bagian dari jaringan SIAL Network sejak 1964 dan dikenal sebagai salah satu barometer inovasi pangan dunia. Secara global, jaringan tersebut telah menghadirkan sekitar 17.000 peserta pameran dan lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara.

SIAL Interfood 2026
Rangkaian pameran SIAL juga digelar di berbagai negara, antara lain SIAL Paris, SIAL Canada yang berlangsung bergantian di Montreal dan Toronto, SIAL China di Shanghai dan Guangzhou, Food & Drinks Malaysia by SIAL, Gourmet Selection, Cheese and Dairy Products Show di Paris, Djazagro di Aljir, hingga SIAL Vietnam.
Kehadiran SIAL di Indonesia dimulai pada 2015 untuk menyasar potensi pasar Asia Tenggara. Pada debutnya, SIAL Interfood mencatat pencapaian penting dengan diikuti lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara.
Jumlah ini diharapkan bisa bertambah di penyelenggaraan tahun ini.
You must be logged in to post a comment Login