Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) tengah mendalami dugaan kaitan antara berhentinya mesin taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang bermuatan listrik. Temuan ini dikaitkan dengan kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Situasi tersebut dinilai penting untuk dipahami masyarakat agar insiden serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Perlu masyarakat ketahui bahwa ruang perlintasan sebidang rel kereta api itu bermuatan listrik. Sehingga akan sangat berbahaya bila melintasi rel kereta yang memiliki medan magnet dan medan listrik,” ungkap Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kecelakaan kereta dan Green SM
Pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah medan listrik dan magnet tersebut berpengaruh terhadap sistem EV. Pasalnya, taksi tersebut tiba-tiba beralih ke posisi gear parkir (P) saat berada di atas rel.
“Pendalaman ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari medan listrik dan medan magnet yang mengakibatkan mesin berhenti. Karena saat kejadian, posisi transmisi langsung berubah ke gear parkir,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengemudi taksi telah menjalani tes urin dan dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol. Pengemudi berinisial RRP kini berstatus sebagai saksi dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan 16 penumpang.
Namun, ditemukan fakta bahwa RRP hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut sebatas pengenalan fitur dasar kendaraan listrik.
“Pelatihan yang diberikan baru mencakup pengenalan dasar, seperti cara menghidupkan dan mematikan kendaraan, penggunaan lampu sein, serta fungsi parkir. Hal ini masih didalami oleh penyidik,” jelas Budi.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap operasional taksi Green SM. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan aspek keselamatan transportasi tetap terjaga.
Tim tersebut akan menelusuri berbagai aspek penting, mulai dari legalitas operasional, kelengkapan dokumen, standar keselamatan, hingga kepatuhan terhadap regulasi angkutan umum. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada pelanggaran yang terlewat.

Kecelakaan KRL dan Green SM
Meski dokumen dinyatakan lengkap, Kemenhub tetap melakukan pendalaman lanjutan. Hal ini bertujuan memastikan seluruh kewajiban operator dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Evaluasi juga mencakup implementasi sistem manajemen keselamatan di lapangan, termasuk kondisi kendaraan, kesiapan pengemudi, serta sistem operasional perusahaan.
You must be logged in to post a comment Login