Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya, termasuk kuliner, yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata sebuah daerah. Hal tersebut membuat sejumlah wilayah berupaya menonjolkan sajian khas mereka agar semakin dikenal masyarakat.
Salah satunya adalah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang tengah berupaya menjadi pusat gastronomi dunia. Mereka melakukan berbagai langkah untuk memperkuat kuliner khas daerah, khususnya soto banjar, sebagai identitas unggulan.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman. Menurutnya, penguatan identitas kuliner lokal dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.

Soto Banjar
“Soto banjar sebagai makanan khas Banjar memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya dalam keterangan resmi saat menghadiri Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data Kementerian UMKM, Banjarbaru memiliki 42.114 unit usaha. Jumlah tersebut terdiri atas 41.552 usaha mikro, 491 usaha kecil, dan 71 usaha menengah. Selain itu, terdapat 1.073 pelaku UMKM dari kalangan disabilitas.
Besarnya jumlah UMKM tersebut mendorong upaya penguatan usaha berbasis kekhasan daerah, termasuk soto banjar, melalui perluasan akses pasar. Ia juga berencana memfasilitasi pembiayaan melalui perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendukung pengembangan usaha.
Pemerintah turut menegaskan komitmennya dalam mendorong dukungan permodalan serta kemudahan perizinan agar pelaku UMKM dapat berkembang lebih optimal.
Dalam keterangan resmi juga disebutkan bahwa pada tingkat nasional, pemerintah telah mengalokasikan Rp1.580 triliun untuk pembiayaan UMKM dari total Rp8.149 triliun kredit perbankan.

Soto Banjar
Namun, Maman mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama maraknya produk impor ilegal yang dapat mengganggu pasar domestik.
“Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pelaku UMKM Indonesia,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Banjarbaru, untuk terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi yang tangguh.
You must be logged in to post a comment Login