Omoda & Jaecoo Indonesia mulai menyiapkan pengiriman Omoda O4 kepada konsumen setelah membuka pemesanan model SUV listrik tersebut. Mobil listrik yang pertama diperkenalkan di GIIAS 2026 itu hingga kini belum memiliki harga resmi di Indonesia.
Ryan Ferdiean, Head of Product Omoda & Jaecoo Indonesia mengatakan respons konsumen terhadap Omoda O4 cukup positif sejak diperkenalkan. Proses pemesanan sudah dibuka, sementara persiapan pengiriman unit mulai dilakukan.
“Lalu untuk dari sisi perusahaan, kemarin kami sudah open order untuk Omoda O4 dan sekarang sudah persiapan delivery agar segera sampai customer,” ujar Ryan beberapa waktu lalu.
Omoda & Jaecoo Indonesia berupaya mempercepat distribusi unit guna menekan waktu inden konsumen. Strategi itu didukung produksi kendaraan di dua lokasi.
“Kita maksimalkan ya, karenasekarang sudah diproduksi di dua tempat. Jadi kami akan optimalkan untuk proses pembuatan, supaya memangkas waktu inden ini,” tambah Ryan kemudian.
Baca Juga: Omoda O4 EV Meluncur Dengan Beragam Promo di GIIAS 2026
Produksi dari dua lokasi memberi ruang bagi Omoda & Jaecoo Indonesia untuk mengatur pasokan sesuai permintaan pasar. Langkah tersebut dilakukan setelah Omoda O4 memasuki tahap pemesanan pasca debut di GIIAS 2026.
Meski pemesanan sudah berlangsung, harga resmi Omoda O4 belum diumumkan Omoda & Jaecoo Indonesia. Mobil listrik itu sebelumnya disebut berpotensi berada di kisaran Rp400 jutaan, tetapi angka tersebut belum menjadi harga resmi.

Sejak diperkenalkan di GIIAS 2026, Omoda O4 EV langsung mendapat perhatian berkan desain berkonsep Cyber Mecha. Berkat ini, mobil hadir dengan tampilan agresif dipadukan dengan berbagai elemen digital untuk memperkuat identitas sebagai kendaraan generasi baru.
Omoda membekalinya dengan baterai berkapasitas 67 kWh. Paket baterai tersebut diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 553 kilometer dalam satu kali pengisian daya, menjadikannya salah satu model dengan daya jelajah kompetitif di segmennya.
Fitur unggulan lain hadir melalui Super AI Cockpit yang dirancang untuk menciptakan interaksi lebih intuitif antara pengemudi dan kendaraan. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai fungsi kendaraan dioperasikan secara lebih personal sesuai kebutuhan pengguna.
You must be logged in to post a comment Login