Connect with us

Lifestyle

Jarang Cuci Tangan Bisa Tingkatkan Risiko Hepatitis A

Published

on

Cuci tangan

Kebiasaan jarang mencuci tangan bukan sekadar meningkatkan risiko gangguan pencernaan, tetapi juga dapat membuka peluang penularan hepatitis A. Virus hepatitis A dapat menyebar ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh makanan atau minuman sebelum dikonsumsi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan hepatitis A terutama menular melalui konsumsi makanan maupun air yang tercemar virus. Penularan dapat terjadi ketika orang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet lalu menyentuh makanan atau peralatan makan.

WHO menyebut kebersihan tangan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah hepatitis A. Mencuci tangan memakai sabun, terutama setelah dari toilet serta sebelum menyiapkan atau menyantap makanan, dapat membantu memutus rantai penularan.

Cuci tangan

Cuci tangan

Risiko penularan tidak hanya muncul saat seseorang makan menggunakan tangan secara langsung. Tangan yang kotor dapat menyentuh gelas, sendok, piring, bahan makanan, gagang kulkas, keran, hingga permukaan lain yang kemudian disentuh orang berbeda.

Kondisi sanitasi turut menentukan tingkat risiko penularan hepatitis A. Air yang tercemar limbah atau kotoran manusia dapat menjadi sumber virus ketika digunakan untuk minum, mencuci bahan makanan, memasak, maupun membersihkan peralatan makan.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90

Baca Juga: Dokter Ingatkan Bahaya Makan Berlebihan Saat Idul Adha

Kebiasaan membeli atau mengonsumsi makanan dari tempat yang kebersihannya tidak terjaga juga perlu diperhatikan. Makanan dapat terkontaminasi selama proses pengolahan apabila orang yang menanganinya tidak menjaga kebersihan tangan.

Hepatitis A tidak selalu langsung menimbulkan keluhan sehingga infeksi bisa tidak disadari. Ketika gejala muncul, seseorang dapat mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, nyeri perut, urine berwarna gelap, tinja pucat, hingga kulit dan bagian putih mata menguning.

Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Senin (24/8/2026), gejala hepatitis dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian penderita bahkan tidak mengalami gejala sehingga pemeriksaan menjadi penting ketika terdapat riwayat paparan atau faktor risiko.

Cuci tangan

Cuci tangan

Selain hepatitis A, hepatitis B dan C memiliki pola penularan berbeda. Kedua jenis hepatitis tersebut lebih berkaitan dengan paparan darah atau cairan tubuh terinfeksi, seperti penggunaan jarum secara bergantian, alat medis tidak steril, prosedur tato maupun tindik memakai peralatan terkontaminasi.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan tetap menjadi kebiasaan sederhana yang penting dilakukan setiap hari. Mencuci tangan memakai sabun setelah dari toilet, sebelum makan, serta sebelum menyiapkan makanan dapat membantu mengurangi peluang penularan hepatitis A sekaligus menjaga kebersihan tubuh secara umum.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Read