Jumlah produksi kendaraan GAC Group mencapai 30 juta unit hingga Juni 2026. Angka tersebut dihitung sejak pabrikan asal China itu berdiri pada 1997 dan menjadi salah satu penanda ekspansi perusahaan di pasar internasional.
Pencapaian tersebut bukan hasil yang didapatkan dalam waktu singkat. Pasalnya GAC harus melakukan beragam perubahan termasuk hadir di 102 negara dan wilayah, didukung jaringan penjualan hingga layanan tersebar di lima benua.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan dorongan pada segmen kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Dalam beberapa tahun terakhir, mereka memperbesar investasi pada teknologi elektrifikasi, pengembangan produk, hingga sistem manufaktur berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Penjualan GAC Global
Indonesia pun menjadi salah satu negara yang masuk dalam strategi pengembangan perusahaan di Asia Tenggara. Selain memasarkan produk, GAC juga mulai memperkuat fondasi bisnis melalui perakitan lokal dan perluasan jaringan dealer di sejumlah kota.
“Bagi kami di Indonesia, milestone ini menjadi bukti bahwa setiap kendaraan GAC dibangun dengan standar manufaktur global. Seiring penguatan kehadiran GAC di Indonesia, termasuk melalui perakitan lokal serta pengembangan jaringan layanan,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Pasar otomotif nasional dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ambisi GAC di kawasan. Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang tengah mendorong percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi.
Karena itu, perusahaan berencana melanjutkan ekspansi jaringan, meningkatkan layanan purna jual, serta menghadirkan model yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen lokal.
Salah satu andalan mereka sekarang adalah Aion UT yang diluncurkan pada GIIAS 2025. Mobil ini sudah dirakit secara lokal sehingga diklaim memiliki spesifikasi sesuai kebutuhan berkendara masyarakat.

Penjualan GAC Global
Aion UT hadir dalam dua varian yaitu Standar serta Premium. Perbedaan paling jelas dari keduanya adalah baterai.
Pada tipe Standar, Aion UT dilengkapi baterai berkapasitas 44,1 kWh buat menempuh perjalanan sejauh 400 km. Sementara motor listriknya bisa menghasilkan tenaga sebesar 134 hp dan torsi 145 Nm.
Sementara tipe Premium memiliki baterai lebih besar yaitu 60 kWh, cukup buat menempuh jarak hingga 500 km. Motor listriknya pun memiliki performa lebih menarik karena mampu melepas tenaga 201 hp juga torsi 210 Nm.
You must be logged in to post a comment Login