Insentif kendaraan listrik telah dihentikan dan diperkirakan bakal memberi pukulan pada industri EV di Tanah Air. Situasi tersebut diperparah oleh masih lemahnya ekonomi sehingga membuat masyarakat menunda membeli mobil.
Hal ini disadari oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan. Ia pun mengaku telah mempertimbangkan untuk kembali memberikan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Namun, untuk mencapainya tentu tidak mudah. Oleh sebab itu, dirinya tengah melakukan kajian bersama otoritas dan pelaku industri terkait. Pembicaraan bahkan sudah dilakukan dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sehingga diharapkan hasilnya bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

Subsidi Kendaraan Listrik Masih Temu Tantangan
“Gaikindo mengundang tidak hanya untuk pameran tetapi juga berdiskusi, seperti apakah perlu insentif. Dukungan seperti apa yang bisa diberikan untuk mobil listrik dan sebagainya,” ungkap Purbaya, dilansir Antara (11/04).
Namun, ia mengakui bahwa pembahasan tersebut masih jauh dari kata rampung. Diperlukan diskusi yang lebih intens agar kebijakan dapat dirumuskan secara optimal.
Situasinya berbeda jika dibandingkan dengan motor listrik yang mulai terlihat arahnya. Ia mengaku saat ini sudah berkoordinasi dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, terkait hal tersebut.
“Saya masih membicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang mengakui bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif motor listrik. Hanya saja, besarannya masih harus dibahas lebih lanjut.
“Masih dibicarakan,” tegas Menperin.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tengah mendorong penyusunan regulasi guna mendukung percepatan adopsi EV, khususnya sepeda motor. Hal ini menjadi sorotan karena Prabowo Subianto ingin kendaraan di masa depan berbasis listrik.

Subsidi Kendaraan Listrik Masih Temu Tantangan
“Karena memang sekarang semakin terlihat kepentingannya untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus beralih ke listrik,” katanya.
Meski demikian, produksi motor konvensional dipastikan tidak akan dihentikan. Namun, sasarannya bakal sedikit berubah karena akan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama ke kawasan baru.
You must be logged in to post a comment Login