Honda HR-V e:HEV atau HR-V hybrid ini memang kebangetan, sudah harganya lebih murah dari versi sebelumnya, eh susah juga dibuat boros! Ini yang kami rasakan saat berkendara dari Jakarta menuju Anyer, Banten (10-11/6/2025).
Total jarak tempuh yang kami lalui bersama rekan media lainnya sekitar 315 km. Dengan jalur pulang memutar lewat kota Pandeglang, dan finish di kantor pusat PT Honda Prospect Motor (HPM) di Sunter, Jakarta.
Mengawali perjalanan hari pertama, kami mendapatkan unit varian RS, yang merupakan kasta tertinggi. Kondisi jalan relatif lancar, dengan sedikit padat di tol dalam kota dan tol Tangerang.
Selepasnya kami bisa memacu mobil secara konstan sekitar 60 km/jam di tol, dan sedikit terkena macet di area Cilegon, karena perlintasan kereta api dan juga banyaknya truk-truk besar.

Honda HR-V Hybrid
Sampai di lokasi makan malam, mobil yang kami kendarai mencatatkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata 28,8 km/liter. Ini hasil dari dua etape, dengan raihan 29,7 km/liter dan 27,8 km/liter.
Dan ternyata angka ini lebih irit dari hasil tes pabrikan yang dikisaran 25 km/liter, baik untuk kondisi jalan kota dan antar kota. Irit banget ya!
Pengujian efisiensi bahan bakar berlanjut pada hari kedua, dari Tahura Banten hingga kantor HPM di Sunter. Kali ini kami mengendara varian Modulo, dan jalan yang dilalui banyak perbukitan dan mulai padat masuk area kota Pandeglang.
Tol Tangerang pun padat cenderung macet, mobil kami arahkan menuju tol bandara Soekarno-Hatta dan keluar tol di Kemayoran. Mendekati lokasi finish, lalu lintas pun macet.

Honda HR-V Hybrid
Dengan kondisi tersebut, dan agak sulit menjaga kecepatan konstan, dan kami selama dua hari menggunakan mode berkendara ECON. Dan hari kedua kami hanya mendapatkan rata-rata 28,5 km/liter.
Ini hasil dari tiga etape yang masing-masing mencatatkan angka 24,9 km/liter, 31,1 km/liter dan 29,7 km/liter. Meski hasilnya menurun dari hari pertama, tetap saja mobil ini sudah dibuat boros!
Mesin Honda HR-V Hybrid
Honda HR-V dibekali sistem hybrid cerdas e:HEV yang menggabungkan mesin bensin Atkinson 1.5L DOHC i-VTEC dan motor listrik bertenaga tinggi. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 106 PS pada 6.000–6.400 rpm dan torsi 127 Nm pada 4.500–5.000 rpm.
Jantung mekanis ini dipadukan dengan motor listrik menghasilkan tenaga 131 PS pada 4.000–8.000 rpm dengan torsi maksimum 253 Nm pada 0–3.500 rpm, menghadirkan kombinasi performa yang responsif sekaligus efisien.
Seluruh sistem ini dikendalikan secara otomatis melalui Electronic
CVT, Power Control Unit, dan Intelligent Power Unit, yang memungkinkan transisi mulus antara tiga mode berkendara: EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive sesuai kondisi jalan dan gaya berkendara.

Honda HR-V Hybrid
“Kelebihan dari e:HEV adalah keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar, adaptif dengan kondisi jalan dan tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara,” kata Yusak Billy, Sales & Marketing and Aftersales Director HPM.
“Dan ini adalah mobil listrik yang dibantu oleh mesin bensin, bukan mobil bensin yang dibekali motor listrik. e:HEV ini adalah teknologi strong hybrid yang cocok untuk pasar Indonesia,” sambungnya.
Honda HR-V hybrid ini sendiri dilepas mulai dari Rp449 juta untuk varian basic. Lalu varian Modulo Rp460,7 juta dan RS sebagai tipe teratas dilepas Rp488 juta.
Namun untuk tipe bermesin bensin juga masih dijajakan HPM dengan dua opsi varian, yakni E+ CVT berbanderol Rp422 juta dan E CVT dengan Rp399 juta. Harga seluruhnya on the road Jakarta.
You must be logged in to post a comment Login