Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 80 persen mulai 2030. Target tersebut menjadi bagian dari strategi produsen asal Vietnam itu untuk memperkuat rantai pasok lokal sekaligus menjadikan Indonesia basis produksi kendaraan listrik untuk pasar ekspor.
Fasilitas di atas lahan 171 hektare itu mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Desember 2025. VinFast mengucurkan investasi awal US$ 300 juta untuk tahap pertama, dari total komitmen investasi yang direncanakan melampaui US$ 1 miliar.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal untuk mengambil peran lebih besar dalam industri kendaraan listrik global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari situs resmi Kementerian Perdagangan, menyebut kekayaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik, serta komitmen pemerintah sebagai faktor pendukung.

VinFast rargetkan 80 persen komponen lokal di pabrik Subang
VinFast menargetkan TKDN lebih dari 40 persen pada 2026, kemudian naik menjadi 60 persen pada 2029 sebelum mencapai 80 persen mulai 2030. Peningkatan kandungan lokal diharapkan memperluas keterlibatan industri komponen domestik, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).
Pabrik Subang merupakan fasilitas produksi global keempat VinFast sekaligus yang pertama di Asia Tenggara di luar Vietnam. Kapasitas awalnya mencapai 50.000 unit per tahun, mencakup city car VF 3 dan VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, serta kendaraan komersial Limo Green dan MPV VF 7.
Kapasitas produksi direncanakan meningkat hingga 350.000 unit per tahun seiring pengembangan fasilitas. Produksi di Subang juga diproyeksikan menjadi basis ekspor kendaraan setir kanan ke sejumlah pasar regional.
Untuk memperkuat pasokan lokal, VinFast menyiapkan Supplier Park di kawasan manufaktur Subang. Area khusus pemasok itu dirancang untuk mengintegrasikan produsen komponen dalam negeri ke rantai pasok perusahaan.

Vinfast di GIIAS Semarang 2026
Pabrik tersebut mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, hingga pengendalian kualitas. Kehadiran fasilitas itu berpotensi membuka peluang bagi pemasok lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memenuhi standar industri otomotif global.
Penggunaan komponen domestik berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus menekan biaya logistik. Rantai pasok lokal yang lebih kuat juga dapat mendukung ketersediaan suku cadang bagi konsumen.
Dari sisi ketenagakerjaan, pabrik VinFast diperkirakan menyerap 5.000 hingga 15.000 pekerja langsung saat beroperasi pada kapasitas penuh. Aktivitas manufaktur tersebut turut berpotensi menciptakan ribuan pekerjaan tidak langsung di sektor logistik, jasa, dan industri komponen pendukung.
You must be logged in to post a comment Login