Connect with us

Otomotif

Senjata Baru Dishub DKI Atasi Macet Pagi, 1.420 Petugas Turun Gunung

Published

on

Dishub DKI Jakarta
Lalu lintas

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.420 personel untuk mengurai kemacetan pagi di 90 titik prioritas pada lima wilayah kota administrasi. Program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) difokuskan pada jam sibuk, terutama ruas jalan terdampak pekerjaan konstruksi.

Dari total personel, sebanyak 595 petugas ditugaskan khusus dalam Gebrak Pagi untuk memperkuat 825 personel pengaturan lalu lintas rutin. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin turut memantau arus kendaraan di Bundaran Patung Kuda, Jalan M.H. Thamrin, kawasan terdampak sejumlah proyek strategis nasional.

Budi Awaluddin, Kepala Dishub DKI Jakarta, mengatakan kehadiran petugas di lapangan ditujukan untuk membantu mengurangi kepadatan serta merespons hambatan lalu lintas.

Dishub DKI Jakarta

Dishub DKI Jakarta

“Gebrak Pagi bukan sekadar penugasan, melainkan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Kami menyadari kemacetan Jakarta tidak bisa dihilangkan dalam satu pagi,” kata Budi dalam keterangan resminya.

Gebrak Pagi dilaksanakan setiap Senin, Selasa dan Kamis pukul 06.30–08.00 WIB. Jadwal itu mengacu pada pemantauan volume lalu lintas di 48 ruas jalan selama Juli–September 2026, yang menunjukkan kepadatan rata-rata cenderung lebih tinggi pada ketiga hari tersebut, terutama pukul 07.00–08.00 WIB.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90

Baca Juga: Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Jakarta Fair 2026

Dishub DKI Jakarta masih mengevaluasi pelaksanaan Gebrak Pagi untuk menentukan kemungkinan penambahan titik pengawasan, hari kegiatan maupun jumlah personel. Evaluasi tersebut menjadi dasar pengembangan program pengaturan lalu lintas pada jam sibuk berikutnya.­­­­

Lakukan Pembangunan Infrastruktur

Selain melakukan Gebrak Pagi, pemerintah DKI Jakarta juga melakukan beberapa pembangunan yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Salah satunya adalah proyek jembatan flyover Latumenten, Jakarta Barat.

Dishub DKI Jakarta

Dishub DKI Jakarta

Infrastruktur ini dibuat dengan harapan mempercepat akses kendaraan sehingga tidak menumpuk di persimpangan. Pembangunannya pun diklaim sudah lebih dari 70 persen dan diharapkan bisa selesai pada akhir Desember 2026.

Tak hanya itu, pemerintah DKI Jakarta juga mempercepat pembangunan jalan jalan tembus Kelapa Gading – Pulo Gadung yang dimulai 2009. Pembangunan yang sempat terhenti itu diharapkan bisa selesai pada Juni 2027.

“Harapannya, jalan tembus ini bisa mengurai kemacetan serta mempermudah mobilitas dan aksesibilitas warga menuju simpul transportasi public,” tegas Pramono Anung Gubernur DKI Jakarta dalam akun Instagramnya.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Read