Peserta Jakarta Running Festival (JRF) 2026 bakal mendapat fasilitas transportasi publik gratis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan tarif Rp0 berlaku bagi peserta yang mengenakan nomor identitas pelari atau BIB saat ajang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026.
Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, mengatakan dukungan Pemprov DKI mencakup persiapan rute lari hingga layanan kesehatan. Transportasi publik yang dikelola Jakarta turut digratiskan bagi peserta sesuai ketentuan BIB.
“Kami memberikan totalitas support, mulai persiapan tempat atau jalan yang digunakan untuk lari, layanan kesehatan, termasuk dalam kesempatan ini, saya ingin mengumumkan semua transportasi akan menjadi Rp0 pada saat itu. Transportasi yang dikelola oleh Jakarta. Kami Rp0-kan bagi semua yang memakai BIB maraton ini,” kata Pramono.

Jakarta Running Festival
Kebijakan itu diharapkan memudahkan mobilitas peserta sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan JRF 2026. Pemprov DKI turut berharap kedatangan pelari maupun pendukung memberi efek terhadap aktivitas ekonomi Jakarta.
Pramono menyebut sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, serta usaha lokal berpotensi mendapat manfaat dari peningkatan kunjungan selama JRF. Ia meminta penyelenggara memaksimalkan promosi digital agar dampak acara tetap terasa setelah perlombaan berakhir.
“Bawa duit sebanyak-banyaknya, belanjalah di Jakarta, semuanya murah-murah dan nanti pasti happy untuk itu. Tetapi yang paling penting adalah pesan saya kepada JRF sendiri, harus ada kapitalisasi apakah itu oleh influencer atau oleh siapa pun, harapan saya satu minggu setelah acara ini tetap bergema di dunia,” kata Pramono.
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), turut menyoroti peningkatan jumlah peserta JRF tahun ini. Ia menyebut jumlah peserta maraton meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Jakarta Running Festival
“Ya, saya kira dengan leadership Pak Pramono Anung, kita lihat Jakarta berubah ya. Paling tidak, saya juga lihat dari tahun lalu ke tahun ini angkanya naik, tiga kali lebih banyak jumlah maraton dibanding tahun lalu,” ujar Luhut.
Luhut turut menyoroti capaian label Gold bagi penyelenggaraan JRF. Menurutnya, penghargaan itu diberikan setelah penyelenggara memenuhi standar serta kriteria lomba lari yang ditetapkan.
“Dan saya kira ini yang pertama kali mendapat gold. Jadi yang baru dapat gold Pak Pramono, baru ini. Sepanjang berapa tahun sudah ada marathon run di Indonesia, ini yang baru gold. Dan saya pikir kami tidak memberikan kaleng-kaleng, tapi kita enggak ada alasan tidak memberikan, karena semua standar kriteria yang ada itu dipenuhi oleh KLAB ini,” papar Luhut.
You must be logged in to post a comment Login