Freelander resmi memulai ekspansi internasional dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), melalui debut global merek barunya hasil kolaborasi Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery Group. Model perdana Freelander 8 membawa teknologi elektrifikasi, kemampuan off-road, serta tenaga gabungan hingga 617 HP.
Kehadiran Freelander sebagai merek mandiri menjadi babak baru bagi nama SUV Inggris yang pertama kali diperkenalkan pada 1997. JLR menangani desain serta karakter premiumnya, sementara Chery menyumbangkan teknologi pintar dan kapabilitas rantai pasok global.
“Freelander adalah legenda otomotif asal Inggris. Namun, ambisi kami melampaui sekadar menghadirkannya kembali,” ujar Lucia Mao, CEO Freelander International.

Freelander
Mao menyebut kolaborasi tersebut menggabungkan karakter Inggris dengan teknologi China untuk membawa Freelander ke segmen baru. Pengembangan merek ini didukung lebih dari 5.000 karyawan serta lima pusat strategis yang menopang operasional global.
Freelander 8 menjadi produk pertama yang membawa identitas baru merek tersebut ke pasar internasional. SUV ini menggabungkan sistem elektrifikasi, teknologi kabin, serta kemampuan melintasi berbagai medan.
Sektor penggerak mengandalkan mesin hybrid 2.0T, baterai LFP berkapasitas 34,12 kWh, dan sistem penggerak semua roda atau All-Wheel Drive (AWD) bermotor ganda. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga puncak 460 kW atau sekitar 617 HP, dengan torsi maksimum 662 Nm.
Dalam kondisi tangki bahan bakar dan baterai terisi penuh, Freelander 8 diklaim mampu menempuh jarak gabungan hingga 886 km. Jarak berkendara menggunakan tenaga listrik mencapai 110 km berdasarkan siklus kombinasi untuk spesifikasi pasar Timur Tengah.

Freelander
Kemampuan off-road ditunjang Intelligent All-Terrain System (i-ATS) dengan sembilan mode berkendara, termasuk Sand Mode. Mobil ini juga diklaim mampu melewati genangan air sedalam 900 mm, menghadapi tanjakan dengan kemiringan 70 persen, serta memiliki ground clearance maksimum 266 mm.
Sebelum debut internasional, Freelander 8 menjalani pengujian menggunakan lebih dari 1.000 kendaraan, termasuk 200 unit khusus pengujian medan berat. Total jarak pengujian mencapai 2,15 juta kilometer dalam berbagai kondisi.
UEA menjadi pasar internasional pertama Freelander, dengan Al Tayer Motors menangani Dubai dan Northern Emirates serta Premier Motors melayani Abu Dhabi. Ekspansi berikutnya direncanakan berlangsung bertahap, dimulai dari negara dengan konfigurasi setir kiri sebelum menyasar pasar setir kanan dan Eropa.
You must be logged in to post a comment Login