Chery mulai merambah pasar roda dua lewat motor listrik bergaya retro mirip Yamaha Fino. Model berharga murah itu muncul dalam katalog produk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), menjadi sinyal awal ekspansi pabrikan otomotif asal China tersebut ke segmen sepeda motor listrik.
Dokumen MIIT memperlihatkan motor listrik bergaya step-through dengan desain membulat khas skuter klasik. Berbeda dari Yamaha Vino yang menggunakan mesin bensin 150 cc pada sejumlah variannya, produk Chery mengandalkan motor listrik yang terpasang di roda belakang.
Motor listrik tiruan bergaya retro bukan barang baru di China. Produk sejenis sudah beredar hampir dua dekade, umumnya menyasar konsumen kelas bawah melalui penggunaan komponen sederhana demi menekan biaya produksi.

Motor Chery
Harga menjadi daya tarik utama di segmen tersebut. Sejumlah model serupa dijual sekitar 2.000 yuan atau setara Rp4,7 juta, menawarkan baterai berkapasitas kurang dari 2 kWh dengan jarak tempuh maksimal sekitar 50 km.
Chery belum mengungkap harga maupun spesifikasi teknis motor listrik barunya. Kehadiran model murah itu diperkirakan menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan produksi sepeda motor sebelum perusahaan memperluas portofolio ke produk berteknologi lebih tinggi.
Langkah itu sejalan dengan persiapan bisnis roda dua Chery. Divisi kendaraan komersial perusahaan telah memperoleh persetujuan pemerintah China untuk memproduksi sepeda motor pada akhir September 2026.
Chery sebelumnya memperkenalkan dua konsep sepeda motor energi baru di kantor pusatnya di Wuhu, China. Keduanya mengusung teknologi berbeda, mulai dari motor listrik murni hingga kendaraan listrik dengan generator pengisi daya tambahan.

Penjualan Chery Q
Di bawah merek Cinnox, Chery menyiapkan skuter listrik bergaya adventure yang diklaim mampu menempuh jarak 150–200 km. Perusahaan menyebut model itu dapat diisi ulang menggunakan pengisi daya mobil, tetapi belum menjelaskan dukungan pengisian AC maupun DC.
Model kedua bernama Grow C3, sepeda motor listrik berteknologi extended-range electric vehicle (EREV). Chery memosisikannya sebagai motor penjelajah cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendukung fitur vehicle-to-load (V2L), sehingga bisa memasok listrik untuk kebutuhan berkemah.
Ekspansi ke roda dua membuka peluang baru bagi Chery saat pasar mobil China menghadapi persaingan ketat, kejenuhan permintaan, serta kelebihan kapasitas produksi. Segmen sepeda motor listrik berpotensi menjadi sumber pertumbuhan tambahan, terutama melalui kombinasi harga terjangkau dan teknologi elektrifikasi.
You must be logged in to post a comment Login