BYD mulai memperluas pasar Racco ke negara setir kanan atau right-hand drive (RHD) setelah sebelumnya hanya dipasarkan di Jepang. Mobil listrik mungil itu segera meluncur di Sri Lanka pada 9 Oktober, sementara pemesanan sudah dibuka di Macau.
Ekspansi Racco menjadi langkah pertama BYD membawa model Kei car listriknya keluar Jepang. BYD menyebut pasar RHD menjadi prioritas setelah mobil mungil itu mencatat lebih dari 2.000 pesanan dalam dua bulan sejak peluncuran.
Perwakilan BYD menyatakan perusahaan sedang mengevaluasi permintaan Racco di luar Jepang, terutama dari negara-negara yang menggunakan konfigurasi setir kanan. Fokus tersebut membuka peluang Racco masuk sejumlah pasar Asia maupun negara lain yang memiliki kebutuhan mobil berukuran kompak.

BYD Racco
Di Jepang, Racco dibanderol mulai 2,145 juta yen atau sekitar US$13.600. Model tersebut bersaing langsung melawan Nissan Sakura serta Mitsubishi eK X EV yang sama-sama bermain di segmen Kei EV.
Di Jepang sendiri, Racco mencatat lebih dari 1.000 pesanan hanya dalam dua pekan pertama setelah peluncuran. BYD kini mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit seluruh model sejak memasuki pasar Jepang.
Racco merupakan model pertama BYD yang dikembangkan khusus mengikuti regulasi Kei car Jepang. Mobil tersebut memiliki dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, wheelbase 2.520 mm, radius putar 4,8 meter, serta kapasitas bagasi 280 liter.
Regulasi Kei car membatasi ukuran bodi maupun tenaga mesin, sekaligus memberi sejumlah keuntungan bagi pemiliknya. Racco menjadi Kei car listrik pertama yang mampu menembus jarak tempuh lebih dari 300 km berdasarkan WLTC.
BYD menawarkan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Masing-masing memberikan jarak tempuh 210 km dan 320 km berdasarkan standar WLTC, sementara motor listrik depan menghasilkan tenaga 47 kW atau sekitar 63 HP.
Potensi Pasar BYD Racco

BYD Racco
Hong Kong menjadi salah satu pasar potensial karena mobil Kei sudah memiliki basis pengguna, sedangkan Inggris berpotensi menerima versi Racco yang lebih besar atau bertenaga. Australia turut masuk radar karena menggunakan setir kanan serta memiliki pertumbuhan kepemilikan mobil listrik.
Namun, Australia masih menghadapi persoalan homologasi untuk mobil Kei listrik. Mitsubishi sebelumnya mengevaluasi eK X EV di negara itu, tetapi membatalkan rencana peluncuran karena biaya homologasi dinilai terlalu tinggi.
You must be logged in to post a comment Login