Connect with us

Otomotif

Adu Hemat Skema Pembayaran VinFast Limo Green Buat Taksi

Published

on

VinFast Limo Green
Vinfast

VinFast Limo Green ditawarkan kepada operator armada melalui dua pilihan kepemilikan, yakni berlangganan baterai atau membeli kendaraan sekaligus baterainya. Kedua skema tersebut membuat struktur biaya berbeda, terutama bagi perusahaan yang menghitung pengeluaran operasional dalam jangka panjang.

Pada skema berlangganan baterai, Limo Green dipasarkan mulai Rp319 juta OTR Jakarta tanpa baterai. Pengguna kemudian membayar biaya langganan Rp880 ribu per bulan untuk pemakaian hingga 2.000 km, atau Rp1,35 juta saat jarak tempuh melewati batas itu.

“Limo Green tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia,” ujar Michael Rudolf, General Manager Riline Velocity Express (RVE).

Pilihan kedua berupa beli putus, mulai Rp389 juta OTR Jakarta sudah termasuk baterai. Skema tersebut tidak memiliki tagihan langganan bulanan sehingga kendaraan beserta baterainya menjadi aset perusahaan.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90

Perbedaan struktur biaya terlihat dari perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) selama lima tahun. Berdasarkan kalkulator TCO resmi VinFast, penggunaan 2.000 km per bulan menghasilkan TCO Rp339,03 juta untuk skema berlangganan baterai, sedangkan beli putus mencapai Rp407,91 juta.

Sebagai pembanding, kendaraan bensin sekelas mencatat TCO Rp418,1 juta dalam asumsi penggunaan sama. Artinya, skema berlangganan baterai memberikan potensi penghematan Rp79,07 juta atau 19 persen per unit, sementara beli putus menghemat Rp10,19 juta atau sekitar 2 persen.

Baca Juga: Ini Promo VinFast di GIIAS Semarang 2026, Banyak Keuntungan

Biaya energi menjadi faktor utama di balik perbedaan itu. Pada jarak 2.000 km per bulan, biaya energi Limo Green tercatat Rp657.865, jauh di bawah kendaraan bensin sekelas sebesar Rp2,275 juta.

Selisih biaya energi mencapai sekitar Rp1,62 juta per bulan untuk satu unit. Dalam setahun, angka itu setara penghematan sekitar Rp19,4 juta, atau sekitar Rp194 juta bila diterapkan pada 10 unit.

“Biaya operasional bukan satu-satunya pertimbangan, tetapi menjadi bagian dari nilai ekonomi keseluruhan kendaraan bersama dengan keandalan dan nilai aset,” ujar Gede Sastrawan, General Manager PT Sentrik Persada Nusantara.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
VinFast Limo Green

VinFast Limo Green

Bagi operator yang ingin menekan modal awal, skema berlangganan baterai menawarkan harga kendaraan lebih rendah sekaligus struktur biaya baterai berbasis pemakaian. Sebaliknya, beli putus membutuhkan investasi awal lebih besar, tetapi perusahaan tidak memiliki kewajiban pembayaran baterai setiap bulan.

Limo Green sendiri menggunakan baterai 60,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 km berdasarkan standar NEDC. Baterai dapat diisi dari 10 hingga 70 persen sekitar 30 menit, sementara VinFast memberikan garansi kendaraan tujuh tahun atau 160.000 km serta garansi baterai 10 tahun atau 200.000 km.

Selain itu, VinFast menawarkan Residual Value Guarantee hingga 80 persen sesuai syarat dan ketentuan berlaku. Jaminan tersebut berlaku bagi kedua skema kepemilikan sehingga nilai sisa kendaraan bisa masuk dalam perhitungan investasi armada sejak awal.

Dua skema kepemilikan membuat pilihan Limo Green tidak sekadar soal harga beli. Operator perlu menentukan apakah lebih mengutamakan modal awal rendah atau kepemilikan penuh tanpa biaya langganan baterai.

Advertisement
ADS Otokuliner 728x90
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Read