Pada ajang Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2026, sempat ramai persaingan modifikasi Apos Hutagaol dengan Arief Muhammad. Hal ini karena keduanya memakai mobil kembar, yaitu Subaru BRZ dan Toyota FT-86.
Hanya saja, hasil modifikasi keduanya hadir dengan tampilan yang jauh berbeda. Arief Muhammad hadir menggunakan konsep body kit neo-classic dari Result Japan yang menggabungkan desain modern dengan tampilan Toyota Corolla Sprinter Trueno AE86 era 1980-an.
Sementara Apos Hutagaol menggunakan konsep Clean Street atau OEM Look sehingga tampilannya tetap sporti tanpa mengubah total desain asli. Perbedaan konsep ini pun banyak dibicarakan karena persaingan keduanya menjadi terkesan jauh.

Toyota Neo 86 Japan Result Arief Muhammad
Banyak yang menyebut bahwa dalam persaingan, Apos telah kalah telak. Bahkan, ia mengapresiasi body kit yang digunakan Arief Muhammad.
“Jujur ini adalah mimpi yang jadi kenyataan karena body kit ini tidak semua punya. Semua aman,” ungkapnya.
Meski demikian, bila dilihat lebih detail, ada beberapa poin di mana pria asal Jakarta Timur tersebut menunjukkan perlawanan.
Keunggulan pertama Subaru BRZ Clean Street Apos adalah pada sistem pengereman. Apos telah mengganti sistem pengeremannya dengan Big Brake Kit (BBK) Brembo yang dipasangkan oleh Ride Haus.
Sementara mobil Arief Muhammad yang diberi nama Toyota Neo 86 Result Japan justru batal mengganti sistem pengereman. Hal ini dikarenakan ukuran BBK ternyata tidak pas.
“Jadi begini, tidak muat. Waktu IMX itu cukup mepet, tapi saya rasa mobilnya sudah cukup menang, jadi remnya standar sajalah sudah cukup. Nanti setelah event baru pakai yang merah,” ungkap Arief.

Subaru BRZ Apos Hutagaol
Keunggulan kedua adalah pada antena kendaraan. Pada Subaru BRZ, Apos sudah menggantinya dengan Shark Fin Antenna yang sebenarnya sederhana, tetapi cukup memberi tampilan lebih sporti.
Sementara Arief masih menggunakan antena bawaan yang berfokus pada fungsi ketimbang tampilan.
“Enggak, ini memang sengaja tetap asli,” tegas Arief.
Keunggulan ketiga adalah fungsi kendaraan yang tetap dipertahankan. Karena tidak ada perubahan signifikan pada kaki-kaki, mobil kemungkinan masih bisa berfungsi normal menghadapi jalanan penuh galian di Jakarta Timur.

IMX 2026
Tak hanya itu, Apos juga mengaku tidak perlu mengganti STNK karena warna mobil masih menyerupai aslinya.
“Ini kan mobil dipakai sehari-hari, Bang. Kendaraanku menjadi sebagaimana mestinya mobil,” terang Apos.
Tujuan tersebut pun diapresiasi Arief karena pada akhirnya, Subaru BRZ memang bukan mobil pameran semata.
“Fitment-nya bagus dan memang masih bisa dipakai untuk sehari-hari,” pungkasnya.
You must be logged in to post a comment Login