SKF mulai mengubah peta bisnis aftermarket otomotif di Indonesia dengan memperluas produk di luar bearing. Ekspansi tersebut menyasar pasar mobil penumpang serta kendaraan komersial, sekaligus membuka jalan bagi perusahaan menghadapi perubahan teknologi menuju kendaraan listrik.
Strategi baru itu diperlihatkan SKF di Automechanika Jakarta 2026 yang berlangsung di NICE PIK2, Tangerang, Jumat (25/9/2026). Setelah empat dekade kuat di bisnis bearing, perusahaan kini menambah sejumlah produk untuk memperbesar cakupan layanan aftermarket.
President Director SKF Automotive Indonesia Vincentius Rajagukguk mengatakan perubahan kebutuhan industri menjadi alasan perusahaan terus mengembangkan bisnisnya.
“Selama 40 tahun, kami sudah memberikan kontribusi yang sangat strategis bagi perkembangan industri otomotif, terutama bearing sebagai safety part,” ujar Vincentius.
SKF menyiapkan wheel bearing generasi ketiga untuk pasar aftermarket Indonesia mulai 2027. Produk tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan memperkuat penetrasi di segmen roda empat.
Portofolio baru tidak hanya berisi bearing untuk roda kendaraan. SKF juga menyiapkan strut bearing, driveshaft, seal, water pump, serta grease untuk memperluas solusi aftermarket.
Perluasan produk tersebut menyasar kebutuhan konsumen, distributor, sampai jaringan bengkel. SKF turut memperkuat jaringan gudang serta distribusi, sekaligus menjalankan program product training bagi mitra lokal.
Langkah tersebut menjadi penting seiring perubahan teknologi kendaraan di pasar Indonesia. SKF mulai mempersiapkan solusi komponen untuk kendaraan listrik melalui pengalaman bekerja sama dengan sejumlah produsen EV global.
Perkembangan kendaraan listrik membuat kebutuhan komponen ikut berubah. SKF pun tidak ingin hanya bergantung pada permintaan dari kendaraan konvensional saat struktur industri otomotif mulai bergerak menuju elektrifikasi.
Di tingkat global, SKF juga tengah memisahkan bisnis otomotif serta industri menjadi dua entitas independen. Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF Ken Miao menyebut bisnis otomotif membutuhkan pengambilan keputusan lebih cepat untuk mengikuti dinamika pasar.
“Di automotive, kami membutuhkan pergerakan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sementara di sisi industri, dibutuhkan fokus bisnis yang lebih strategis,” kata Ken.
Proses carve-out bisnis tersebut telah berjalan sekitar satu setengah tahun. SKF dijadwalkan memperkenalkan identitas branding baru pada November 2026, kemudian menargetkan listing secara terpisah pada Desember 2026.
Bagi SKF Indonesia, Automechanika Jakarta 2026 menjadi momentum menunjukkan arah bisnis aftermarket berikutnya. Dari perusahaan yang selama ini dikenal lewat bearing, SKF kini memperluas cakupan produk menuju kebutuhan kendaraan roda empat serta teknologi elektrifikasi.
You must be logged in to post a comment Login