BYD Seagull atau di Indonesia lebih dikenal Atto 1 generasi kedua membawa perubahan besar pada sistem penggeraknya. Hatchback listrik mungil tersebut kini beralih dari penggerak roda depan menjadi roda belakang, sekaligus membuka ruang baru di bagian depan.
Model terbaru itu telah diperlihatkan di China setelah sebelumnya muncul dalam dokumen regulasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Sejumlah sketsa desain serta foto mata-mata sebelumnya lebih dulu memperlihatkan arah perubahan pada eksterior maupun kabinnya.
Perubahan paling menarik berada di balik bodi karena motor listrik kini dipindahkan ke as roda belakang. Konfigurasi baru itu membuat area di bawah kap depan bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan tambahan atau frunk.

BYD Atto 1 gen 2
Perubahan sistem penggerak membuat BYD Atto 1 generasi kedua tidak lagi mempertahankan karakter teknis model sebelumnya. Langkah BYD tersebut sekaligus memberikan pendekatan berbeda pada hatchback listrik berukuran kecil yang selama ini mengandalkan penggerak roda depan.
Dari sisi tampilan, generasi kedua tetap mempertahankan format hatchback lima penumpang. Namun, sejumlah detail eksterior mengalami penyegaran untuk membedakannya dari Seagull generasi pertama.
Perubahan besar turut menyasar bagian interior. Sketsa kabin yang sebelumnya beredar menunjukkan BYD menghilangkan panel instrumen konvensional di depan pengemudi.
Langkah itu mengindikasikan BYD ingin membuat tata letak kabin Atto 1 lebih sederhana. Detail mengenai pengganti panel instrumen tersebut belum sepenuhnya terungkap dari unit yang diperlihatkan di China.
Perhatian lain datang dari teknologi baterai. Sejumlah foto mata-mata memunculkan dugaan varian dengan spesifikasi lebih tinggi bakal memakai Blade Battery generasi kedua milik BYD.
Teknologi Flash Charging turut disebut berpotensi hadir pada varian tertentu. Namun, pabrikan belum mengungkap kemampuan pengisian daya, termasuk kapasitas maksimum maupun waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai.

BYD Atto 1 gen 2
Kehadiran Blade Battery generasi kedua bakal menjadi peningkatan penting bagi Seagull. Apalagi, teknologi pengisian cepat dapat memperkuat posisi hatchback listrik tersebut sebagai kendaraan perkotaan yang tidak hanya mengandalkan dimensi kompak.
Perusahaan sejauh ini belum membuka seluruh spesifikasi teknis Seagull generasi kedua. Informasi mengenai kapasitas baterai, tenaga motor, jarak tempuh serta teknologi pengisian masih menunggu pengumuman resmi.
Perubahan posisi motor menjadi roda belakang menjadi salah satu pembaruan paling signifikan pada generasi kedua. Bersama potensi frunk, baterai baru serta sistem pengisian cepat, Seagull terbaru menunjukkan BYD tidak sekadar melakukan penyegaran desain pada hatchback listrik mungilnya.
You must be logged in to post a comment Login