Umum

Kepolisian Gelar Rekayasa Lalu Lintas Saat Peringatan Hari Buruh

Published

on

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi peringatan Hari Buruh Internasitonal atau May Day pada Jumat (1/5).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengatakan skema pengaturan arus kendaraan bersifat situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Ia menjelaskan rekayasa yang disiapkan mencakup pengalihan hingga penutupan akses menuju kawasan Monas apabila terjadi kepadatan di sejumlah ruas jalan. Namun, penutupan hanya akan dilakukan jika kondisi benar-benar mendesak.

Ganjil genap Jakarta

“Kami akan melakukan pengalihan atau bahkan penutupan jika memang diperlukan,” ujar Komarudin.

Meski demikian, pihak kepolisian berharap skenario penutupan tidak perlu diterapkan. Pengamanan diupayakan tetap berada dalam kategori zona hijau agar seluruh ruas jalan masih dapat digunakan oleh kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun bus peserta aksi.

Advertisement

Komarudin menambahkan, penerapan zona kuning akan dilakukan apabila terjadi kepadatan tinggi di ruas Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan yang signifikan jika tidak segera diantisipasi.

Baca Juga : Ganjil Genap di Jakarta Masih Diterapkan Jelang Akhir Pekan

Dalam skema tersebut, arus lalu lintas akan dialihkan sejak titik-titik tertentu seperti Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni guna mengurangi beban kendaraan menuju pusat kegiatan.

“Pengalihan akan kami lakukan untuk menekan volume kendaraan sehingga kepadatan tidak semakin panjang dan berlangsung lama,” kata dia.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.793 personel. Mereka akan bertugas mengawal jalannya peringatan Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di kawasan Monas.

Ganjil genap Jakarta

Berdasarkan data sementara, jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu buruh. Selain itu, sekitar 4.000 unit bus diprediksi akan masuk ke Jakarta untuk mengangkut massa dari berbagai daerah.

“Data terakhir menunjukkan lebih dari 200.000 buruh akan menuju Monas. Selain itu, ada beberapa kelompok yang juga akan menggelar kegiatan di titik lain di Jakarta,” ujar Komarudin.

Advertisement

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

Most Read

Exit mobile version