BYD dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan Volkswagen untuk mengambil alih sebagian pabrik di Dresden. Langkah ini membuka peluang bagi pabrikan asal China tersebut memproduksi mobil listrik langsung di Eropa.
Sebagian fasilitas lainnya akan difungsikan sebagai pusat inovasi. Operasionalnya direncanakan berjalan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra industri.
Langkah ekspansi ini dinilai strategis karena dapat memperkuat posisi BYD di pasar Eropa. Label “buatan Jerman” diyakini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.
BYD
Selain itu, BYD memang terus memperbesar investasinya di kawasan tersebut. Upaya ini dilakukan agar merek semakin dikenal luas oleh masyarakat Eropa.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pada Maret 2026, BYD mencatat penjualan sebanyak 3.439 unit di Jerman atau melonjak 327 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Advertisement
Sebelumnya, BYD sempat mempertimbangkan Spanyol sebagai lokasi pembangunan pabrik baru. Rencana tersebut muncul setelah fasilitas di Hungaria dan Turki mulai beroperasi.
Spanyol dinilai memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Faktor seperti biaya produksi rendah, infrastruktur industri matang, listrik terjangkau, serta jaringan energi bersih menjadi daya tarik utama.
Meski begitu, Jerman tetap menawarkan nilai strategis tersendiri. Salah satunya adalah sikap pemerintah yang menolak tarif tambahan Uni Eropa untuk kendaraan listrik asal China.
Kebijakan tersebut dipandang positif oleh pemerintah China. Negara yang tidak mendukung tarif tambahan cenderung mendapatkan prioritas dalam kerja sama industri.
Sebaliknya, China memberi tekanan kepada negara yang mendukung kebijakan tersebut. Bahkan sejak 2024, pemerintah mendorong produsen domestik untuk menghentikan investasi di negara terkait.
Advertisement
Salah satu contohnya adalah Leapmotor yang menghentikan produksi di Polandia. Pabrikan tersebut kemudian memindahkan operasional ke Spanyol yang memilih abstain dalam pengambilan keputusan.
Di sisi lain, Volkswagen telah menghentikan produksi di pabrik Dresden sejak akhir 2025. Fasilitas ini beroperasi sejak 2002 dan pernah memproduksi model seperti VW Phaeton, Bentley, e-Golf, hingga ID.3.
BYD
Dalam beberapa tahun terakhir, pabrik tersebut menghasilkan sekitar 6.000 unit ID.3 per tahun. Jumlah tenaga kerja yang terlibat tercatat sekitar 205 orang.
CEO Volkswagen, Oliver Blume, pada 30 April menyatakan bahwa pemanfaatan kapasitas pabrik yang tidak terpakai oleh produsen China bisa menjadi solusi cerdas. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus mengurangi kelebihan kapasitas produksi.
Volkswagen sendiri telah memangkas kapasitas produksi hingga 1 juta unit. Perusahaan juga berencana menurunkan kapasitas global dari 12 juta menjadi 9 juta kendaraan.
You must be logged in to post a comment Login