Tingginya harga plastik belakangan ini membuat para pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, mengalami tekanan. Bagaimana tidak, biaya untuk membungkus makanan kini menjadi lebih besar.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai mengampanyekan pemanfaatan daun jati maupun daun pisang sebagai pembungkus makanan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah plastik.
“Cirebon memiliki kearifan lokal dalam penggunaan daun jati dan daun pisang sebagai pembungkus makanan. Ini bisa kembali dioptimalkan karena lebih ramah lingkungan,” ungkap Agus Kurniawan Budiman, Wakil Bupati Cirebon.
Menurutnya, penggunaan daun jati maupun daun pisang sebagai alternatif kemasan makanan memiliki banyak keunggulan. Selain murah, bahan tersebut juga mudah diperoleh.
Ia menambahkan bahwa praktik penggunaan daun jati telah lama dikenal dalam tradisi kuliner lokal, seperti pada sajian nasi jamblang yang identik dengan pembungkus daun.
Perlu diketahui, harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan setelah pasokan nafta—bahan baku pembuatan plastik—terhambat. Situasi ini terjadi akibat dampak konflik di Irak yang menyebabkan Selat Hormuz ditutup.
Pemerintah pun dikabarkan telah menyiapkan berbagai upaya untuk memperbaiki situasi ini. Salah satunya adalah dengan mengambil suplai nafta dari beberapa negara lain, seperti India dan negara-negara di Afrika.
Dengan demikian, diharapkan produksi dapat meningkat dan harga plastik kembali stabil.
Atasi Masalah Sampah yang Menggunung
Selain kampanye pengurangan plastik, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan terhadap lokasi pembuangan sampah liar agar upaya penanganan lebih terarah.
Ia menyebutkan, hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat sekitar 40 titik sampah liar yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 titik berada di wilayah barat dan 18 titik lainnya berada di wilayah timur Cirebon,” katanya.
Ia menegaskan, pengurangan penggunaan plastik dari sumbernya dinilai sebagai langkah paling efektif dalam jangka panjang.
“Kami juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha agar peralihan ke kemasan ramah lingkungan dapat berjalan optimal,” tutupnya.
You must be logged in to post a comment Login