Jogja Prima Fest 2026 resmi digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang berlangsung pada 10 April di Teras Malioboro, Yogyakarta ini menjadi upaya untuk mengangkat kembali kuliner tradisional dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.
Terlebih masih banyak potensi kuliner di Yogyakarta yang dinilai dapat dikembangkan di masa depan. Dengan demikian, warisan makanan daerah diharapkan tetap terjaga hingga lama.
“Jogja Prima Fest merupakan inisiatif strategis untuk mengangkat kembali kejayaan jajanan tempo dulu sebagai bagian dari identitas budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” ungkap Erlina Hidayati Sumardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY dalam keterangan resminya (10/04).
Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat melihat dan menikmati berbagai jajanan lawas yang kini mulai sulit ditemukan.
Namun, tujuan Jogja Prima Fest 2026 tidak hanya itu. Erlina mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirancang secara terpadu agar memberikan dampak yang lebih luas, sekaligus mendorong peran perempuan dalam sektor ekonomi.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan festival kuliner, tetapi juga sarasehan, lokakarya, hingga kampanye sosial yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM,” katanya.
Sementara itu, Aria Nugrahadi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, menekankan pentingnya kuliner lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
“Kuliner lokal menyimpan narasi sejarah, pengetahuan antargenerasi, dan identitas yang membedakan Yogyakarta dari daerah lain,” katanya.
Menurutnya, produk kuliner tradisional jika dikembangkan dengan inovasi pengemasan yang baik, penguatan branding, serta dukungan pemasaran digital, dapat naik kelas dari produk rumahan menjadi produk unggulan.
Setiap stan menghadirkan kekhasan dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo dan Bantul, termasuk produk dari penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan.
Berbagai makanan tradisional seperti jamu, klepon, gethuk, pia gulung, keripik pisang, hingga olahan bawang merah turut meramaikan festival ini. Banyaknya menu yang ditampilkan diharapkan bisa memperkaya wawasan masyarakat terkait kuliner tradisional Yogyakarta.
You must be logged in to post a comment Login