Presiden Prabowo Subianto berharap Indonesia sudah mampu memproduksi kendaraan listrik secara massal pada 2028 atau satu tahun sebelum akhir masa jabatannya. Ada pun pemilihan presiden bakal dilakukan pada 2029.
Meski demikian dirinya menegaskan bahwa target tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan industri kendaraan listrik (EV) nasional. Seiring dengan semakin banyaknya pabrikan kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia, pemerintah optimistis ekosistem industri ini akan semakin terbentuk dan matang.
“Saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan listrik,” tegas Prabowo, dikutip dari Antara (09/04).
Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan komersial listrik, seperti bus dan truk. Hal ini dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat ekosistem EV di dalam negeri.

Presiden Prabowo resmikan pabrik kendaraan EV
Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan perusahaan milik negara yang akan fokus memproduksi kendaraan listrik, khususnya di segmen sedan.
“Kita juga sedang membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan listrik,” ujarnya.
Baca Juga : Isuzu Vertical Core Cycle Concept Sebuah Kendaraan Transportasi Masa Depan
Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan industri kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan. Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi pabrikan global, tetapi juga menjadi basis produksi.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemberian insentif kepada pabrikan global agar mau berinvestasi dan berkembang di Tanah Air. Dengan begitu, diharapkan mereka membangun fasilitas produksi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil. Sejumlah pabrikan telah merealisasikan investasinya, salah satunya VinFast yang telah membangun fasilitas produksi di Indonesia.
Pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar dan akan dikembangkan dalam beberapa tahap. Pada fase awal, kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 50.000 unit per tahun.
Pembangunan tahap pertama memanfaatkan sekitar 10 hektar lahan dan diselesaikan dalam waktu 17 bulan, dengan total investasi sekitar USD 300 juta atau setara Rp4,8 triliun.
Kehadiran fasilitas ini diklaim mampu menyerap sekitar 900 tenaga kerja, meski jumlahnya akan bertambah secara bertahap seiring peningkatan produksi.
Adapun model yang akan diproduksi meliputi VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7. Ke depannya, VinFast juga berencana memproduksi MPV listrik di Indonesia.
You must be logged in to post a comment Login